- Mengobati penyakit dengan al-Qur’an
Menurut Imam Ibnul Qayyim al Jauziyah dalam kitabnya
at Thibun Nabawy bahwa
penyakit itu digolongkan dua jenis, yakni penyakit batin dan penyakit
lahir (fisik). Penyakit batin adalah penyakit yang berkaitan dengan
jauhnya batin (hati) seseorang dari Allah swt. Penyakit ini menyerang
unsur ruh manusia; seperti kesurupan. Pengobatan penyakit ini adalah
dengan al-Qur’an (ibadah, doa,
ruqyah, syar’iyah. Sedangkan
yang kedua, adalah penyakit lahir (fisik). Penyakit ini obatnya adalah
dengan obat-obatan yang sesuai dengan al-Qur’an.
Allah swt. Berfirman, “
Dari perut lebah itu keluar minuman (madu)
yang bermacam-macam warnanya. Di dalamnya terdapat obat yang dapat
menyembuhkan bagi manusia. “ (QS. An-Nahl (16):69).

- Mengobati dengan MaduMadu merupakan makanan
sekaligus obat yang disebutkan oleh Allah swt. dalam al-Qur’an. Oleh
karena itu, Rasulullah saw. Menyukai madu sebagai makanan atau sebagai
penyembuh penyakit. Bahkan, beliau suka meminum madu di pagi hari dengan
dicampur air dingin untuk menjaga atau menobati penyakit usus.
Cara-Cara Rasulullah saw. Melakukan Pengobatan
Rasulullah telah menganjurkan bagi orang yang menderita penyakit
supaya berobat dengan obat-obat alam, obat-obat Ilahiah, kombinasi
diantara kedua cara di atas dan bekam.
Ibnu Qayyim berkata, “Perhatian Nabi Muhammad saw. Yang paling besar
adalah mengobati hati dan memberi petunjuk, sehingga mencapai puncak
yang diinginkan, yaitu surga. Beliau juga memberikan arahan agar menjaga
badan.”
Seterusnya Ibnul Qayyim mengemukakan, “Nabi Muhammad saw.
memperingatkan kepada kita memperbaiki badan tanpa memperbaiki hati
tidak akan memberi manfaat.”
1. Berobat Ketika Terkena Racun
Jabir mengisahkan, suatu hari ada seorang wanita Yahudi dari penduduk
Khaibar memasukan racun ke dalam daging domba panggang. Rasulullah saw.
Pun mengambil bagian kaki dan memakannya sebagian. Beberapa sahabat
ikut memakannya. Namun tidak lama kemudian Rasulullah saw bersabda,
“Lepaskan tangan kalian!”
Rasulullah saw. segera megirim utusan untuk mengambil wanita Yahudi
itu. Rasulullah bersabda, “Rupanya kamu telah mercuni domba ini.”
Lantas wanita Yahudi itu bertanya, “siapa yang memberitahumu?”
Beliau menjawab, “ Bagian kaki domba inilah yang memberitahukan kepadaku.”
Selajutnya wania Yahudi itu berujar,” Memang aku telah meracuninya.
Dalam hatiku berkata, kalau Nabi Muhammad itu seorang Nabi, maka racun
itu tidak akan membahayakan dirinya. Akan tetapi jika ia tidak seorang
nabi, maka kami dapat merasa tenang.”
Rasulullah saw. Memaafkan wanita Yahudi itu dan tidak memberikan
hukuman kepadanya. Akan tetapi beberapa sahabat yang terlanjur memakan
daging tersebut ada yang meniggal. Oleh karena itu Rasulullah pun ikut
memakan daging tersebut, Rasulullah saw. segera melakukan pengobatan
dengan bekam pada bagian pundaknya. Orang yang mengobati beliau adalah
Abu Hindun, seorang budak milik Bani Bayadhah dari kalangan Anshar,
dengan menggunakan tulang tanduk dan mata pisau.
Racun dapat diobati dengan cara mengeluarkannya menggunakan penangkal
yang tepat untuk menetralkan efeknya. Jika tidak ada obat atau
penangkalnya harus dikeluarkan racun secara menyeluruh dengan
memuntahkan isi perutnya. Namun metode yang paling baik untuk
menghilangkan racun adalah bekam terutama bagi yang tinggal di daerah
panas atau beriklim panas.
Contoh bekam dengan menggunakan tulang tanduk

Bekam yang sudah Modern
Video Bekam
2. Berobat dengan Air
Sebelum meninggal Rasulullah saw. Mengalami demam terus menerus. Rasulullah saw. Menggunakan air untuk menyembuhkannya.
Terdapat pula kisah dalam riwayat Abu Nu’ai , dari hadis Anas dan
memarfu’kannya, “jika salah seorang diantara kalian terken a demam, maka
hendaklah ia diguyur air dingin selama tiga hari pada waktu sahur.”

Berobat dengan air Putih
3. Berobat dengan Abu Hangat
Sahl as-Sa’idi mengisahkan tentang pengobatan dengan abu hangat. Ia
mengisahkan bahwa ketika Rasulullah saw terluka pada bagian kepala,
wajah beliau berdarah dan gigi beliau patah. Ali mengambbil air dengan
perisai. Lalu Fatimah datang membersihkan darah di wajah beliau dengan
air. Akan tetapi darah semakin deras mengucur.
“Berobatlah kalian wahai hamba-hamba Allah swt, karena Allah swt
tidak menciptakan penyakit melainkan juga menciptakan obat-nya, kecuali
satu penyakit yang tidak ada obatnya yaitu penyakit tua (pikun).” (HR.
Abu-Daud).
Berdasarkan sabda Rasulullah dan Sunahnya, apabila sedang sakit wajib
berobat. Disamping itu juga harus bersabar, karena orang yang sakit dan
bersabar adalah surga, sebagaimana hadis tentang wanita yang mengadukan
sakitnya kepada Nabi Muhammad saw. Yang kemudian dia ridha dan bersabar
sehingga berhak memperoleh surga.
Penyakit itu ada dua, yaitu penyakit hati dan penyakit badan. Adapun
obat yang menjadi perantara sebagai penyembuh hanya dari Allah swt.
Penyembuhan Penyakit Badan dan Pembagiannya
a. Penyakit al-Imtila’iyah (obesiti)
Penyakit al-Imtila’iyah dapat berupa penyakit yang berupa dengan
darah, empedu, dahak atau lender, atau gejala-gejala yang menunjukan
melakoli. Pengobatan penyakit yang berhubungsn dengan darah adalah
dengan mengeluarkan darah. Untuk tiga penyakit lainnya, penyembuhan
dengan memberikan obat pembersih yang ramuannya sesuai dengan jenis
penyakitnya.
Cara-cara yang dilakukan Nabi ini memanfaatkan penggunaan madu untuk
membersihkan dan bekam untuk mengelurkan darah. Jika semua obat tidak
dapat menyembuhkan, maka pengobatan terakhir yang dignakan adalah
sundutan api yang hukumnya makruh.
b. Penyakit al-Mizajiyah (Temperamental)
Penyakit al-Mizajiyah ini bersifat material ( berupa panas, lembab,
dingin, kering atau gabunga semuanya) dan juga dapat berupa immaterial.
Dari keempa keadaan tersebu terdapat dua keadaan yang bersifat
mempengaruhi, yaitu panas dan dingin. Sedangkan dua yang lainnya
dipengaruhi oleh keadaan lembab dan kering.
Jika penyakitnya panas cara pengobatannya adalah dengan mengeluarkan
darah, seperti bekam. Jika sifat penyakitnya dingin, maka cara
pengobatannya adalah dengan penghangatan yang unsurnya terkandung
didalam madu.
2. Penyembuhan Sihir
Menurut Ibnu Al-Qayyim, sihir merupakan rangkaian dari pengaruh
berbagai roh jahat dan pengaruh kekuatan roh jahat. Sihir merupakan
persekongkolan tukang sihir dan syaitan. Caranya, tukang sihir melkukan
sebagian dari hal-hal yang diharamkan atau berupa perbuatan syirik
sebgai transaksi agar syaitan mau membantu dan tunduk untuk menuruti
segala perintahnya.
Supaya tidak terken serangan sihir, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu:
- Memakan tujuh butir buah kurma. Yang palin bagus adalah kurma Madinah.
- Berwudhu
- Shalat secara berjamaah
- Shalat Malam. Misalnya Tahajud
- Membaca Ta’awudz atau membaca do’a saat masuk kamar mandi atau Wc
- Membaca do’a perbentengan diri dari syaitan saat berjimak
- Membaca ayat kursi
- Mengucapkan dzikir setelah shalat subuh
- Mengucapakan do’a saat keluar dari rumah
- Mengucapkan dzikir yag khusus dibaca pagi hari dan petang, berdoa sat masuk masjid dan saat keluar masjid
- 3. Penyakit yang Tidak Dapat Disembuhkan
Rasulullah saw. pernah bersabda, “Dalam habbatus saua’ terkandung penyembuhan untuk segala penyakit, kecuali kematian.”
Ibnu Hajar al-Askolani berkata, “ Di sini Nabi Muhammad saw. Membuat
pengecualian pada kematian dan penyakit tua, karena penyakit tua mirip
dengan kematian. Keadaan kesehatan oran yang sudah ta tidak lagi fit,
akan tetapi menurun sangat drastis.
v Mencegah Penyebaran Penyakit Menular
Agam Islam sangat memerhatika bagaimana cara manusia menjaga dari
ancaman bahaya. Oleh karena itu, ada beberapa petunjuk tindakan
preventif untuk menghadapi hal-hal yang dapat menyebabkan penyakit dan
mudah berjangkit di kalangan manusia, antara lain:
- 1. Menjaga Kebersihan Lingkungan
- Menjaga Kebersihan tempat dan Pekarangan
- Menjaga kebersiha jalan dan tempat-tempat berkumpul
- 2. Menjaga Makanan, Air, dan Udara dari Pencemaran
- Menjaga makanan dari pencemaran
- Menjaga Udara dari pencemaran
- Menjaga Air dari pencemaran dan kontminasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar